Senin,22 April 2019
MASUK
 

Anggota DPRD Ini Ditahan Polisi karena Kuasai dan Ambil Alih Tanah Milik SLB

Sabtu, 09 Mei 2015 | Oleh : admin | Kategori : Hot News


Jakarta - Anggota DPRD Pontianak Hendri Mahyudin ditahan Polda Kalimantan Barat (Kalbar). Candi diduga terlibat kasus mafia tanah. Polisi menemukan bukti bahwa Hendri menguasai tanah milik Yayasan Sekolah Luar Biasa Pontianak.


\\\"Polda Kalimantan Barat telah menahab tersangka Hendri Mahyudin alias Candi karena diduga terlibat perkara mafia pertanahan dalam pengalihan hak atas tanah yang seharusnya dihibahkan kepada Yayasan Sekolah Luar Biasa Pontianak,\\\" kata Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, Jumat (8/5/2015).

Menurut Arief, perbuatan tersangka tersebut sempat membuat resah pengurus yayasan dan pendidik serta para anak didik yang notabene anak-anak yang perlu perhatian khusus, karena status tanah hibah telah disertikatkan oleh para pelaku mafia pertanahan. 

\\\"Menyikapi laporan pengurus yayasan yang telah lelah mengurus masalah ini karena bertahun-tahun tidak kunjung selesai Polda Kalbar dengan tegas melakukan penindakan terhadap para pelaku mafia tanah tersebut,\\\" urai Arief.

Arief membeberkan, berdasarkan fakta hasil penyidikan bahwa telah terjadi pemalsuan surat yang dilakukan tersangka Hendri dan melanggat pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dan atau 266 KUHP danatau 480 KUHP.

Modus yang dilakukan tesangka, dengan membeli tiga sertifikat hak milik dari Gusti Rudi dengan melakukan pembayaran sebesar Rp 135 juta. Tersangka juga melakukan balik nama dengan cara memalsukan KTP milik Edy Angkasa dan Winoto Adijanto. 

Kemudian, melakukan perikatan jual beli 3 sertifat tidak sesuai prosedur di mana dilakukan dengan cara menandatangani AJB tidak dihadapan PPAT. Tersangka juga diketahui memalsukan tanda tangan Winoto dan Eddy angkasa, serta memasukan keterangan palsu pada AJB dengan cara memasukan identitas palsu.

\\\"Akibat perbuatan itu, dibantu oleh tersangka yang lainnya 3 SHM telah beralih nama menjadi saudara Hendri. 3 Sertifikat tanah tersebut adalah sebagian dari 5 sertifikat tanah yang dihibahkan oleh Winoto Adijanto kepada Yayasan Pendidikan Sekolah Luar Biasa Pontianak. Danga alasan untuk di balik nama atas nama Yayasan ternyata di alihkan/dijual kepada pihak lain dengan cara memalsukan dokumen-dokumen pengalihan hak secara melawan hukum,\\\" urai Arief.(sumber: detik.com)

Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar



 

Copyright © 2019 www.policenewscenter.com, All Rights Reserved