Selasa,19 Februari 2019
MASUK
 

Entikong Saat Ini : Sepak Terjang Brigjen Pol Arief di Entikong dan Upaya Suap Puluhan Miliar Rupiah

Selasa, 28 April 2015 | Oleh : admin | Kategori : Sosial


Sanggau - Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Brigjen Pol Arief Sulistyanto menyikat habis penyelundupan di wilayah perbatasan Malaysia-Indonesia di Entikong. Praktik ilegal bertahun-tahun seakan disulap dan berhenti dalam sekejap di tangan Arief. Butuh keberanian, ketegasan, konsistensi, dan keteladanan.

Sudah menjadi rahasia umum bila selama ini sudah bertahun-tahun para penyelundup leluasa mengangkut barang-barang dari Malaysia tanpa cukai dan diedarkan ke seluruh Indonesia. \\\"Seperti yang Anda lihat sendiri. Sekarang sepi di sini, nggak ada truk-truk yang mengangkut barang,\\\" kata Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Hari Sudwijanto di Entikong, Rabu (25/2/2015) lalu.

Biasanya setiap hari bisa ratusan truk besar antre masuk ke Indonesia. Truk itu mengangkut barang mulai dari gula sampai aneka barang lainnya. Truk-truk itu kemudian melaju menuju arah Pontianak. Para sopir truk membutuhkan sekitar 8 jam perjalanan hingga menuju pelabuhan Diwikora, Pontianak.

Setelah ditunjuk sebagai Kapolda Kalbar pada pertengahan 2014 lalu, Brigjen Arief menjadikan praktek penyelundupan di Entikong itu menjadi salah satu prioritas yang hatus ditertibkan. Arief menindak tegas mereka yang bermain. Tak heran kalau ada oknum Bea dan Cukai yang ditahan polisi.

Wilayah perbatasan Tebedu Malaysia dan Entikong Indonesia ini selama inidikenal cukup longgar. Truk-truk itu hanya melewati perbatasan yang dijaga petugas polisi, Imigrasi, dan Bea Cukai. Ada petugas bersenjata yang berjaga, namun memang tetap saja rawan akan godaan.

Kini aktivitas pengangkut truk-truk itu lenyap. Bahkan di Tebedu, pintu masuk ke Malaysia, kawasan Malaysia Tebedu yang biasa penuh dengan antrean truk, terlihat kosong melompong.

Arief mengaku saat perbatasan dijaga ketat dari aktivitas penyelundupan, tak sedikit godaan yang datang padanya. Bahkan uang puluhan miliar rupiah juga ditawarkan kepadanya. Arief menolak dan memilih menegakkan aturan. \\\"Aturan harus konsisten ditegakkan,\\\" tegas Arief yang dikenal dengan salam zero dari suap, pungli, dan setoran di Kalbar. Arief sadar untuk menegakkan hukum, dirinya harus menjadi teladan yang baik. Pada saat dia meminta jajarannya untuk menolak uang suap, Arief pun melakukannya lebih dulu.

Riak sempat datang dari masyarakat akibat penegakan hukum ini. Maklum saja, aktivitas penyelundupan itu memberikan pekerjaan warga Entikong sebagai tenaga kasar bongkar muat. Belum lagi, ulah mafia penyelundup yang mengompori mereka untuk melakukan protes. Namun riak itu pada akhirnya mereda, karena penegakan hukum ini memang harus dilakukan saat itu juga.

Menurut Arief, tugas melenyapkan praktek ilegal itu bukan hanya tugas kepolisian semata. Wilayah perbatasan yang membentang luas butuh kerjasama banyak pihak. Mulai dari masyarakat, Bea Cukai, hingga TNI.

Arief berharap bila kelak suatu saat dirinya diganti, Kapolda penggantinya tetap meneruskan kebijakannya dalam penegakan hukum di Entikong. Dia tidak ingin ada langkah mundur dalam pemberantasan penyelundupan di Entikong.

(Sumber : www.detik.com)

Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar



 

Copyright © 2019 www.policenewscenter.com, All Rights Reserved