Selasa,19 Februari 2019
MASUK
 

Petani Karet di Bengkayang Ditangkap Karena Curi 3,25 Kg Dinamit dan 55 Detonator

Selasa, 28 April 2015 | Oleh : admin | Kategori : Kriminal


Jakarta - Wagianto dan Ropinus, dua petani karet di Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar) diamankan polisi. Keduanya terbukti mencuri bahan peledak milik PT Tunas Alaska. Barang bukti yang diamankan 3,25 Kg dinamit, 150 Kg amonium nitrat, dan 55 detonator.

\\\\\\\"Pelaku sudah diamankan,\\\\\\\" jelas Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, Jumat (10/4/2015).

Pencurian itu terjadi pada Rabu (8/4) dini hari. Polisi bergerak cepat begitu mendapat laporan, dan pada Kamis (9/4) siang hari pelaku segera diamankan.

\\\\\\\"Berhasil disita barang buktinya lengkap, kecuali amonium nitratnya sudah berkurang sebagian,\\\\\\\" imbuh Arief.

Menurut Arief, para pelaku mengambil barang itu dari gudang PT Tunas Alaska. Pelaku mengambil barang itu dari tiga gudang berisi detonator, dinamit, dan amonium nitrat.

\\\\\\\"Kondisi gudang pada saat barang hilang tidak dijaga oleh satpam karena sejak tanggal 1 april 2015 hanya sesekali dilakukan pengecekan. Mereka sudah tidak menjaga gudang Handak tersebut dengan alasan sudah 3 bulan gaji mereka tidak dibayarkan oleh perusahaan karena perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi sejak tahun 2013,\\\\\\\" urai Arief.

Polisi yang mendapat laporan soal pencurian segera bergerak. Dikhawatirkan bahan peledak itu jatuh ke tangan kelompok radikal.

\\\\\\\"Dari hasil penyisiran di sekitar lokasi gudang Handak yang berjarak 500 meter ditemukan Handak jenis amunium nitrat yang ditaburkan di kebun karet milik masyarakat, posisi Handak ditaburkan di setiap batang pohon karet yang berjumlah 150 batang,\\\\\\\" urai Arief.

Pelaku kini sudah diamankan di Polres Bengkayang. \\\\\\\"Kami masih mendalami dan profiling para tersangka. Tapi sejauh ini yang sudah diketahui mereka petani biasa dan tidak memiliki afiliasi dengan kelompok-kelompok radikal,\\\\\\\" tutur dia,

Selanjutnya untuk gudang bahan peledak itu, Polda Kalbar mengirimkan Dir Intelkam untuk melakukan koordinasi. Isi bahan peledak akan dibawa ke PT Sulenco yang sudah mengambil alih aset PT Tunas Alaska. Perusahaan-perusahaan itu bergerak di bidang pertambangan.
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program \\\\\\\"Reportase Sore\\\\\\\" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/mad)

(Sumber : www.detik.com)

Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar



 

Copyright © 2019 www.policenewscenter.com, All Rights Reserved